Tetangga juga makhluk tak sempurna
Haiii semua,jangan lewatkan blog Widrere.blogspot.com.Kali ini aku ingin mengisahkan tentang kehidupan bertetangga.
Bagaimana sich kehidupan bertetangga yang baik??
Mungkin bagi pemula atau pasutri yang baru saja menikah lebih butuh pendalaman dsn pembelajaran untuk mengetahui sifat tetangga baru saat pasutri tersebut baru saja menempati sebuah rumah di suatu kawasan.Atau mungkin justru pasutri tersebut mendapatkan subsidi rumah entah dari orang tua atau saudaranya yang dulunya kasihan dengan kehidupan keluarganya.
Kadang manusia di sebuah lingkungan kurang menyadari bahwa kita hidup berkomunitas dan berkelompok.Kita tidak bisa hidup sendiri walaupun sekaya apapun orang tersebut.
Dalam sebuah kawasan berkumpullah bermacam macam kepala yang pastinya tidak sama pemikiran tingkah laku dan sifat serta karakternya.Di sinilah lama kelamaan akan terjadi selisih paham selisih pendapat dan kesenjangan sosial yang timbul dalam ruang lingkup tersebut.
Sebagai contoh keluarga Pak Simon menghuni sebuah rumah di satu perumahan sederhana.Mereka mendapatkan rumah tersebut karena belas kasihan saudaranya yg mampu dengan meminjamkan rumah tersebut kepada keluarga Pak Simon.
Mereka mempunyai tetangga yang biarpun hidup sederhana.Suatu ketika keluarga Pak Simon terpecah belah.Istrinya pergi tanpa pesan,tinggal beliau dan kedua anak nya yang saat itu masih sekolah.
Pak Simon menitipkan anak bungsunya kepada tetangga sebelah rumah,sebut saja bernama Pak Ragil.
Sampai bertahun" anak"nya semakin tumbuh dan saat meninggal beliau berpesan kepada keluarga Pak Ragil untuk menitipkan anak bungsunya itu.
Keluarga Pak Ragil memberikan kasih sayang kepada bungsu Almarhum Pak Simon seperti memberikan kasih sayang kepada anak"nya.Sampai menginjak dewasa dan kakaknya menikah.Menikahpun keluarga Pak Ragil yang ikut membantu persiapan pernikahannya.
Singkat cerita kini semuanya berubah,anak anak Pak Dimon sudah bisa hidup sewajarnya walaupun rumah masih numpang dan bisa beli mobil walau kreditan.
Saudara saudaranya entah mengetahui atau tidak kalau keluarga Pak Ragil yang bertahun tahun dititipi tanpa gaji serupiahpun bak panti sosial kini sudah tak dikenal lagi oleh anak anak Pak Simon.
Biarkanlah mereka lupa dengan budi baik tetangganya yang walaupun sederhana masih membuka tangan dan pintu lebar untuk menyayangi mereka.Tapi mungkin bagi mereka tetangga tetap hanyalah tetangga yang setiap saat mereka tidak butuh lagi bisa dicampakkan begitu saja.
Itulah salah satu kisah nyata bertetangga.Mungkin kalian juga punya cerita tentang tetangga yang tidak sempurna??Silahkan bisa cerita ke Widrere.blogspot.com
Sampai jumpa di tulisanku berikutnya Salam🙏
Komentar
Posting Komentar